“Siapa yang menelpon?" tanya Cherly. Leon terlihat gelagapan, segera dia mematikan telepon itu, memblokirnya dan menghapus pesan dari nomor yang sama. “Bukan siapa-siapa kok." “Oh, ya sudah. Lanjut makan saja." “Iya …." “Huft, hampir saja aku ketahuan sialan!" rutuk Leon. Selesai makan malam, Leon melihat Irvan pergi ke gazebo. Membawa laptopnya, dan satu cangkir kopi hitam yang masih mengepul panas. Pekerjaan di kantor sangat menumpuk, untunglah Medina bisa diandalkan dalam situasi seperti ini. Disimpannya kopi itu ke atas meja kayu yang ada di sana. Angin yang berhembus kencang, membuat air hujan jatuh agak menyamping. Irvan seperti menutup Gazebo itu dengan kaca transparan yang biasanya digunakan ketika hujan. Rintik-rintik air di atas, jatuh tepat ke atas atap kaca transp

