“Mbak ini siapa, ya?” tanyaku pada perempuan yang baru datang ini. Seingatku belum pernah aku bertemu dengan dia sebelumnya. Apa kami pernah membuat janji? Apalagi saat ini keberadaanku masih dirahasiakan dan belum kuberitahu siapapun, apalagi orang tak dikenal. “Saya Meisya, Pak. Saya menemukan dompet bapak terjatuh di pinggir jalan.” Dia menyerahkan sebuah dompet kulit berwarna coklat yang jelas sekali aku sangat mengenalnya. Dari mana dia mendapatkannya? Bahkan aku sendiri tidak sadar sama sekali ketika dompet ini hilang. Karena sejak semalam hingga pagi tadi aku sibuk mengurusi video rekaman cctv. “Diperiksa dulu, Pak Ujang. Maaf, saya sempat membukanya dan menemukan kartu identitas Anda dengan Ujang. P. M. Dan alamat yang ada di kartu identitas itu menunjukkan apartemen ini,” jelas

