Maita dan Jackson segera bertolak menuju ke restoran, tempatnya berjanji untuk bertemu dengan Omar. “Sejujurnya aku masih merasa tidak enak dengan Omar,” ujar Maita di tenang perjalanan. “Kenapa?” “Entahlah, hanya saja aku merasa tidak enak. Memutuskan hubungan secara sepihak yang baru saja kami mulai,” sesal Maita. “Ehem ... jadi ceritanya kamu nyesel nih putus sama Omar,” sindir Jackson. “Eh ... bukan begitu maksud aku, tapi.” “sudah tidak perlu dipikirkan lagi, lebih baik kamu fokus untuk acara lamaran kita saja,” potong Jackson. “Akh ... kamu benar, aku sih maunya kita nikah sederhana saja,” usul Maita. Dia berpikir selain sudah memiliki anak, pernikahan yang berlebihan juga hanya akan membuang dana dan tidak ada manfaat baginya. Apalagi mengingat hubungan mereka juga sudah dik

