Malam semakin larut, pandangan Jackson saat ini tak lepas dari Maita. Wanita yang kini telah menerima kembali cintanya setelah sekian lama berpisah. “Berhenti menatapku seperti itu Jackson!” cicit Maita yang merasa tidak nyaman ketika pandangan Jackson tak lepas darinya. “Salahkah jika aku memandang kekasihku sendiri?” sahut Jackson lembut. Sungguh jika saja Jackson bisa menghentikan waktu yang sedang berputar, maka dia akan menghentikan agar mereka bisa bersama tanpa ada yang menganggu. “Ehem, nggak ada yang salah sih. Kita balik ke kamar saja ya.” “Ngapain, buat adek buat Mecca?” potong Jackson cepat. Maita nampak memutar bola matanya dengan jengah. “Jangan macam-macam ya, aku tidak akan membiarkan hal itu terjadi sebelum kamu menikahiku!” tuntut Maita dengan raut wajah masamnya.

