“Ada apa Pa?” tanya Mella ketika melihat Danang yang duduk di ruang kerjanya. “Papa akan menjodohkan kamu dengan, anak sahabat Papa. Maafkan Papa, Mella,” lirih Danang. “Bukankah perjodohan ini seharusnya untuk Melisa,” ujar Mella menahan rasa sesak di dalam dadanya. “Mengingat Lisa masih 22 tahun dan masih kuliah, maka Papa dan Mama menggantikannya denganmu,” jelas Danang. “Apakah itu alasan yang tepat? Bukankah menikah ketika masih kuliah itu bisa, tapi kenapa harus Mella?” Kata Mella berdecak kesal. “Kali ini jangan buat malu Papa, Mella!” “Apa karena putra keluarga Dewantara ada yang cacat, sehingga kalian memilih aku untuk menggantikan Melisa?” Deg. Tebakan Mella memanglah benar. Hal itu membuat hati Danang sedikit bergetar dan merasa bersalah. Mella yang tidak mendapatkan

