Edwin segera menghempaskan tubuh Lily hingga membentur dinding kamar mereka. Wanita itu meringis kesakitan dan menahan tubuh Edwin yang hendak mendekati dirinya. Tubuh tinggi dan dan otot Edwin yang kekar membuat ia semakin terlihat tidak berdaya. Bagaimana tidak, kini Edwin tengah memojokkan dirinya ke sudut kamar dan pria itu hendak merunduk untuk menciumnya kembali. "Om, jangan! Om bisa terlambat kerja. Kita juga akan pindah rumah. Aku mohon jangan," pinta Lily dengan memelas berharap suaminya mau mendengar dan patuh setelah mendengar pekerjaan. Tetapi ia salah, justru kini Edwin sudah menciumi lehernya dengan rakus dan tangan kekar itu mulai meraba dadanyaa. Tentu saja Lily tidak terima dengan apa yang Edwin lakukan, sehingga ia mulai memberontak agar pria itu melepaskan sentuhan liar

