Lily hanya diam saja saat Edwin bertanya. Ia tidak ingin ketahuan jika memang sedang menahan isak tangisnya. Namun, ia sangat heran pada suami kejamnya itu, kenapa dia menahan tubuhnya dengan cara seperti ini, sedangkan ia sudah tidak sabar ingin keluar dari ruangannya. "Terserah aku aja dong, om. Lagipula ini gak ada urusannya sama om," jawab Lily ketus sambil berusaha bangkit dari pangkuan Edwin. Lily mengernyitkan keningnya saat mendengar Edwin terkekeh kecil. Memangnya apa yang lucu hingga pria itu mampu tertawa saat bersamanya. "Kamu ini lucu ya. Sudah, anak kecil gak boleh lama-lama ngambeknya." Apa! Edwin menertawakan dirinya? Ini sungguh menjengkelkan jasmani dan rohaninya. Lah, kok bawa-bawa jasmani dan rohani sih Li. Bukannya mereda, justru Lily semakin terisak. Pria itu tidak

