Lily yang sudah geram karena perdebatan antara dua sopir di hadapannya itu pun ikut menengahi. Ia juga sedang buru-buru karena tiba-tiba pihak rumah sakit mengadakan rapat untuk pergantian dan pengangkatan calon kepala rumah sakit yang baru. Lily sempat tidak mempercayai kabar tersebut, karena ia berpikir jika pak Usman masih lumayan aktif di rumah sakit. Lalu apa yang terjadi hingga pak Usman yang baik hati dan tekun itu memilih mundur dari posisinya saat ini. Apalagi Lily tidak tahu apapun mengenai keturunan yang mungkin saja bisa mengambil alih rumah sakit. Namun, kini matanya sudah beralih pada orang yang memanggilnya dari arah samping. Jujur, Lily terdiam saat melihat orang tersebut. Ralat, pria tampan dan menawan, tentu saja tidak keriput satu biji. Pria itu masih kinclong, glowing,

