Syarat

1145 Words

Lily tersentak kaget saat Edwin membentaknya dengan sangat keras. Bahkan pria itu tidak memberikan ia kesempatan untuk menjelaskan apa yang telah terjadi. Sakit, tapi itulah yang ia rasakan saat ini. Ia seolah tidak bisa mendapatkan haknya sebagai istri maupun seorang manusia. Bukan hanya itu, suaminya kini menyeret ia ke dalam kamar dan membantingnya ke dinding dengan sangat kasar. Bahunya terasa patah, dan matanya mulai terasa panas, karena lelehan bening mulai menggenang di pelupuk mata. "Gaun apa yang kamu kenakan itu?! Apa kau sudah menggoda seorang pria di luar sana?!" Edwin membentak dengan tatapan tajamnya, sehingga membuat Lily meringsut ke pojokan dinding karena merasa takut. "Tadi aku dijemput teman. Aku menunggu Om sejak tadi, tapi om tidak kunjung pulang. Aku bosan di rumah

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD