Seraya menggelar tikar, Damara duduk santai dengan perbekalan yang ia bawa. Tidak ada yang aneh, hanya kue bolu keju, keripik kentang, dan beberapa kue kering. Untuk minumannya, Damara membawa dua botol besar kola ke dalam keranjang. Jauh di bagian timur sana, di bawah pohon tembakau yang berjejer rapi di pinggir pantai, Denis duduk bersama Dayat dengan posisi santai. Sesekali mereka melirik Galaksi dan Damara untuk mengawasi, kemudian kembali ke aktifitasnya. Mereka tampak menikmati cahaya mentari senja di pantai Batu Karas, sambil bersantai ria. Kapan lagi kerja rasa liburan, iya, kan? “Lihat si Denis sama si Dayat. Kasian, ya, mereka jomlo?” Galaksi menyenggol bahu Damara. Semula Damara asyik dengan keripik kentang di mulutnya, namun celetukan Galaksi barusan berhasil mengalihkan aten

