Galaksi terdiam seraya memandang kosong jalanan. Pemuda itu duduk di bangku penumpang dengan wajah yang kacau. Sesekali Galaksi mengusap kasar wajahnya, mengepalkan tangannya kuat-kuat, mengerang, bahkan menahan tangis kendati wajahnya telah memerah. Dayat dan Denis saling melemparkan pandangan saat ponsel Galaksi berdering. Sebuah pesan w******p diterima oleh Galaksi, kemudian pemuda itu membacanya, dan ternyata itu pesan dari Damara. Damara : Lo boleh bakar barang-barang gue yang tersisa di rumah lo, gue nggak akan datang lagi. Setelah membacanya, Galaksi kembali mengepalkan tangan, kemudian membanting ponselnya sekencang mungkin ke bagian depan, hingga terbentur dashboard. Brak! “Persetan!” umpat Galaksi setelah ponselnya menghantam dashboard. Dayat memungut kembali ponsel Galaksi,

