"Sayang, siapa sih dia. Gak mungkin deh kalau cuma karyawan kamu. Kok mukanya nyebelin gitu sih?" gerutu Salsa. Ia merasa James telah berada dalam genggaman setelah mereka berpagut mesra. Tanpa Salsa tahu, disaat James menciumi birai miliknya. Cuma wajah Hanalah yang menari di fantasinya. Yah, Salsa tak lebih dari mainan pria pengusaha itu James menutup mulutnya dengan tangan. Ia tidak ingin mentertawai sikap sok imut Salsa. Karna jujur, James muak melihatnya "Eh, Sayang. Kamu kok gak pecat ajah sih?" saran Salsa sambil duduk di meja kerja James. Baju terusannya terangkat sampai ke pangkal paha. Ia juga menyilangkan kaki. Agar James bisa melihat betapa mulusnya kaki jenjang yang ia miliki. James malah duduk tepat di depannya "Itu gak mungkin, karna aku membutuhkan Hana," James tidak ber

