Violet tak kuasa menahan kesedihan, airmatanya semakin tumpah. James yang melihat Violet menangis jadi berpikir atas perlakuannya kemarin di kantor terhadap Hana. James tidak menyangka jika Hana akan pergi karena ulahnya. Perasaannya semakin kalut. Ada rasa bersalah di hati kecilnya. “Violet sini sama papah, Sayang,” ucap James. James mencoba memberi pengertian pada Violet kalau Hana berhak untuk pulang karena ia bukan siapa-siapa di keluarga mereka. Ia tidak peduli bila perkataannya menyakiti Hana yang menatapnya datar tanpa emosi. Hana sudah lelah dengan semuanya, dan mungkin ucapan James ada benarnya. Selamanya, ia bukanlah siapa-siapa. Usai sarapan pagi Hana terlebih dahulu memesan taksi online. Iatidak mau memakai mobil milik James untuk keperluan pribadinya. Hana tidak sudi untuk

