POV Mas Zaki
Ternyata setiap dekat sama dia membuat jantung ku berdetak lebih cepat dari biasanya. Dulu sebelum aku kenal dekat sama dia biasa biasa aja gak seperti ini. Tapi setelah kenal dekat dan tinggal di rumah yang sama lebih dari satu tahun sama dia membuat ku jadi salah tingkah sendiri. Walaupun aku belum pernah punya hubungan dengan siapa pun dari masa sekolah sampai sekarang tapi setidaknya aku tau arti perasaan aku ini. Aku gak mau membohongi diri ku sendiri, takut nantinya malah menyiksa diri ku sendiri.
Semenjak ngajakin dia jalan tadi pagi tanpa ada rencana, aku gak habis habis nya tersenyum gembira sendiri di kamar. Awalnya aku tidak punya keberanian buat ngajakin dia karna takut di tolak mengajak dia jalan jalan berdua dengan alasan hanya ingin dia agar tau tentang daerah ini aja sekaligus mengajak dia buat ke daerah pantai yang bener bener sejuk dan bagus banget pemandangannya. Ini juga baru pertama kalinya aku ke pantai ini dengan seorang cewek, biasanya aku ke sini sendiri kalau gak bareng adik ku. Tapi kali ini beda, membuat suasana yang awalnya canggung, kaku dan banyak diamnya menjadi ceria dan gak ada lagi kecanggungan yang begitu kelihatan.
Ketika dia naik di boncengan belakang aku merasakan senang banget, seperti ada kupu kupu berterbangan dan jantung ku cepat banget berdetaknya seperti mau lepas aja.. Lebay banget ya aku, tapi gak apa apa. Karna ini untuk pertama kalinya untuk aku. Jadi harap di maklumin aja ya kalau aku sedikit lebay banget. Hehehehe..
Dulu waktu aku sering ngantar jemput dia sekolah, masih belum yakin akan perasaan yang aku rasakan. Tapi waktu sudah jauh dari dia baru terasa ada yang hilang dari hidup ku dan hari hari ku. Merasa ada yang kosong dan hampa banget. Aku juga gak bisa berbuat apa apa karna dia masih sekolah dan harus menyelesaikan sekolahnya dahulu. Aku juga gak punya keberanian buat mengungkapkan apa yang ada di hati ku. Selain karna dia masih sekolah, umurnya juga belum memungkinkan untuk dia menjalin hubungan dengan seseorang secara serius terlebih lagi aku juga belum berbicara kepada mama dan papa untuk meminta izin menjalin hubungan lebih serius ke anak mereka. Walaupun aku juga anak mereka tapi setidaknya aku harus meminta izin mereka terlebih dahulu, aku gak mau nanti mereka tiba tiba tau malah jadi marah dan kecewa sama aku.
Setelah satu tahun gak ketemu dia, rasanya senang banget ketika aku di suruh menjemput mama dan dia buat datang ke sini mudik lebaran dan papa akan menyusul ketika sudah cuti bersama. Ketika aku sampai di rumah, ternyata dia yang menyambut kedatangan aku. Aku kaget dan gak mengira sama sekali. Tapi aku senang banget mendengar suaranya kembali, rasa rindu yang aku tahan selama setahun ini hilang begitu saja. Wow.. efek dia begitu sangat dahsyat banget ya buat hidup ku, sampai segitunya banget ya. Iisshhh.. lebay banget.. Kayaknya mas Zaki sudah bucin banget ya sama Mela. Hehehehe..
Terserah anggapan orang terhadap ku seperti apa. Tapi memang seperti itu lah kenyataannya. Aku ingin banget secepatnya menghalalkannya. Agar bisa memeluknya dengan erat. Kalau saja dia sudah lulus sekolah, sudah aku lamar dia. Tapi aku harus menunggu dia dulu selama kurang lebih dua apa tiga tahun lagi sampai dia lulus sekolah dan di terima di perguruan tinggi. Kalau sudah di perguruan tinggi kan bebas statusnya boleh menikah apa gak. Tapi kalau masih sekolah gak di bolehin, malah bisa jadi masalah dan bakal di keluarkan dari sekolah. Kan sayang banget kalau sampai itu terjadi. Jadi aku harus bersabar menunggu dia sampai umurnya cukup untuk aku melamarnya dan mendekatinya secara halal. Karna aku gak mau kecolongan nanti dia di dekati oleh cowok lain.
Setiap ada kesempatan aku selalu mencoba mendekatinya dan memberi perhatian ke dia. Aku gak tau dia tau apa gak yang aku lakukan ini. Aku cuma berharap dia tau dan mengerti atas apa yang aku lakukan, agar dia juga bisa membuka hatinya untuk ku. Aku memberinya sinyal sinyal kalau aku punya perasaan lebih sama dia, bukan perasaan antara kakak dan adik tapi lebih dari itu sebagai cowok dan cewek. Dan mudah mudahan juga mama dan papa membolehkannya dan memberi izin kepada ku untuk mendekatinya dan menjalin hubungan lebih serius sama dia.
Ketika kesempatan itu datang, aku manfaat kan dengan sangat baik. Ketika dia bertanya tentang keluarga ku, aku sempat kaget. Kok dia bisa tau. Ternyata adik sepupu angkat ku yang bernama Eka yang cerita. Aku senang banget dia mau tau tentang aku. Jadi aku kasih tau dan aku cerita kan tentang kedua orang tua dan adik ku dan aku juga mengajak dia buat mampir ke rumah buat aku kenalin ke kedua orang tua ku dan adik ku. Ternyata dia gak menolak dan dia mau di ajak. Aku pun bahagia banget, sepanjang jalan aku senyum senyum gak jelas aja di buatnya.
Pasti kedua orang tua ku senang banget, kalau aku ngajak Mela ke rumah. Karna sudah lama banget aku menceritakan tentang Mela ke mereka semua. Mereka pun senang banget dan ingin mengenal Mela lebih dekat lagi. Aku kira bakal ada penolakan dari mereka ternyata gak sama sekali, ternyata welcome banget sama rencana ku ini. Mereka gak mempermasalahkan beda umur kita yang lumayan jauh, tapi mereka malah mendukung, Mungkin sebagai ucapan terima kasih juga dari mereka karna aku sudah di sekolah kan sampai jadi sarjana dan sekarang aku sudah mulai kerja. Alhamdulillah aku juga sudah bisa sedikit demi sedikit membantu kedua orang tua ku. Dan untuk mama dan papa ku, mereka gak mau terima uang yang aku kasih ke mereka. Kata mereka, mereka sudah cukup senang dengan aku sudah dapat pekerjaan dan bisa membantu kedua orang tua ku, mereka juga berpesan untuk menjaga adik adik ku kalau mereka sudah gak ada. Aku bersyukur banget sudah mengenal mereka dan menjadi bagian dari keluarga besar mereka. Ucap syukur selalu aku lakukan karna di pertemukan sama mereka, apalagi kalau di perbolehkan aku mendekati anak gadis mereka. Aku pasti senang banget dan gak bisa aku ungkapin dengan kata kata. Karna dari dulu hanya menyimpannya sendiri, cinta dalam diam yang bisa aku lakukan untuk sekarang sambil menunggu dia selesai dengan sekolahnya.