Selama di jalan pulang, aku diam aja gak berbicara sibuk dengan pikiran ku sendiri. Banyak kemungkinan yang aku pikirin saat ini. Tapi semuanya membuat aku jadi takut melangkah. Takut akan semua yang aku pikirin menjadi kenyataan, dengan muncul kata seandainya dan bagaimana.
Kok aku jadi gini ya. Semua belum jadi kenyataan tapi aku sudah takut sendiri. Gimana mau maju, kalau aku sudah nyerah gini. Tapi beneran aku takut kalau semua keluarga menolak keras akan perasaan ku ini. Takut mereka gak terima dan aku di jauhkan dari mas Zaki. Ya ampun pikiran ku sudah terlalu jauh kyaknya. Negatif banget pikiran ku ini. Hilang dong pikiran negatif nya, yang positif positif aja yang ada di pikiran ku sekarang. Please... Ayo pikiran bekerja. Hhuuuu.. Aku pun menarik nafas dan menghembuskan dengan pelan. Agar aku bisa tenang.
" Mel, kenapa melamun?" tanya mas Zaki
" Eh.. Gak kok mas. Kenapa mas?" kata ku
" Gak kenapa Napa Mel, mas cuma bingung aja lihat kamu diam aja sambil melamun." kata mas Zaki
" Gak ada apa apa kok mas." kata ku
" Gak baik melamun di jalan Mel, nanti kesambet loh." kata mas Zaki
" Iy mas gak melamun kok." kata ku
" Memang apa sih yang kamu pikirin Mel?" tanya mas Zaki penasaran
" Gak ada mas." jawab ku sambil geleng geleng kepala
" Yakin gak ada Mel. Kalau ada cerita aja, siapa tau bisa berkurang beban yang kamu pikirin itu." kata mas Zaki mau tahu
" Gak ada kok mas." kata ku
'Gimana mau cerita coba, yang lagi aku pikirin kan semua tentang kamu mas. Masa aku ceritain tentang kamu mas. Yang ada aku malu mas dan gak enak. Nanti kalau kamu tau juga pasti gak enakan sama aku.' kata ku di dalam hati
" Ya sudah kalau belum mau cerita sama mas, gak apa apa. Nanti kalau memang kamu mau cerita, cerita aja ke mas Mel. Kalau mas bisa bantu mas bantu Mel. Seenggaknya kan mengurangi beban yang sedang kamu pikul." kata mas Zaki
" Beras kali mas di pikul." kata ku sambil mengalihkan pembicaraan
" Ya gak beras juga Mel yang di pikul. Kamu ini mas lagi serius juga di ajak becanda." kata mas Zaki gemes
" Hehehe.. Jangan serius serius banget mas." kata ku sambil senyum
" Terserah kamu aja deh kalau gitu Mel." kata mas Zaki pasrah
" Hhuuu.. Iy mas. Nanti kalau memang aku butuh pendapat nanti aku minta pendapat mas. Kalau ada yang mau aku cerita kan nanti aku cerita kan ke mas Zaki. Kalau sekarang belum ada yang mau aku cerita kan mas. Lagian aku juga lagi gak mikir apa apa kok mas. Masih santai aja mas, gak yang terlalu banyak juga yang aku pikirin. Paling yang jadi pikiran aku ya sekolah mas." kata ku akhirnya menjelaskan
" Iy Mel. Mas cuma memberi tahu aja. Siapa tau kamu mau berbagi sama mas. Biar kamu gak banyak pikiran juga. Kalau masalah sekolah gak usah di pikirin juga Mel, jalani aja. Di buat santai aja Mel. Kalau di pikirin nanti malah jadi sakit." kata mas Zaki menasehati
" Iy mas. Gak terlalu aku pikirin juga mas. Paling yang jadi pikiran kalau sudah banyak tugas. Itu yang buat pusing mas." kata ku sebel
" Kalau ada tugas di guyur aja Mel, jangan langsung di kerjakan semua. Nanti yang ada malah jadi buat kamu sakit Mel." kata mas Zaki nasehatin lagi
" Iy mas. Makasih mas nasehatnya. Pasti bakal aku ingat mas." kata ku tersenyum
" Iy sama sama Mel. Kalau ada apa apa cerita aja ke mas. Nanti kalau sudah pulang, ada yang mengganjal atau ada yang mau di ceritakan, telpon aja mas. Pasti mas siap dengerin cerita kamu." kata mas Zaki
" Iy mas. Makasih ya mas sudah perhatian sama aku." kata ku
" Iy sama sama Mel. Dengan senang hati mas pasti selalu ada buat kamu." kata mas Zaki senang
" Cie.. cie.. yang selalu ada buat aku. Seperti apa aja mas." kata ku sambil bercanda
Mas Zaki hanya geleng geleng kepala sambil senyum lihat aku ngegoda nya. Hehehe.. Senang banget kalau aku sudah bisa ngegoda mas Zaki.
" Mas..." panggil ku
" Iy Mel ada apa?" tanya mas Zaki heran
" Hmm.. Mas kenapa dari dulu gak pernah pacaran mas? Malah kalau aku lihat waktu kuliah juga gak pernah bawa cewek ke rumah." tanya ku
" Kenapa ya?" tanya mas Zaki balik sambil berpikir
" Kok malah balik nanya sih mas." kata ku cemberut
" Mas dari dulu gak pernah kepikiran buat pacaran Mel. Yang jadi pikiran mas selama ini ya selesai sekolah dulu. Lanjut jadi sarjana terus bisa kerja dulu. Karna mama mau nya anak anak nya bisa jadi sarjana semua. Makanya mas gak pernah kepikiran buat dekat sama cewek Mel apalagi buat jalin hubungan. Lagian kalau dekat sama cewek kan harus pakai modal Mel. Kalau mas belum kerja gimana mau dekati cewek Mel, kalau uang aja masih minta." kata mas Zaki menjelaskan
" Oo.. gitu ya. Aku kira mas kenapa gak pernah dekat sama cewek apalagi sampe jalin hubungan sama cewek. Ternyata mas mau fokus sama sekolah dan kuliah ya. Nah sekarang sudah selesai kuliahnya, sudah jadi sarjana mas dan sudah kerja juga kan mas. Gak ada kepikiran mas buat dekat sama cewek apa jalin hubungan serius sama cewek mas?" tanya ku
" Kalau sekarang mas bukannya gak kepikiran Mel. Tapi mas lagi memantaskan diri dulu Mel. Mas lagi sibuk dengan kerjaan, cari uang dulu yang banyak buat di tabung." kata mas Zaki
" Kenapa gitu mas?" tanya ku bingung
" Iy masa mau dekat sama anak orang mas gak pegang uang Mel. Kan kalau mau ajak dia jalan apa mau beli sesuatu buat dia mas harus keluar uang dong. Masa mas mesti minta sama mama papa sih Mel. Ya gak gitu lah, kan mas sudah bisa cari uang sendiri. Makanya mas sekarang lagi kumpulin uang dulu. Rencananya mas mau langsung lamar aja, jadi setelah nikah baru pacarannya." kata mas Zaki
" Cie.. yang so sweet banget. Hehehe.." kata ku goda mas Zaki
" Kamu itu selalu aja ngegoda mas." kata mas Zaki
" Emang sudah ada mas calonnya?" tanya ku
" Ada sih calonnya, tapi dia belum tau kalau mas suka sama dia. Karna dia masih sekolah jadi mas mau di selesai sekolahnya dulu Mel." kata mas Zaki
" Eh.. Siapa mas? Kenalin dong sama aku." kata ku
" Ada deh. Kamu kenal kok sama orangnya. Nanti juga kamu bakal tau kok. Tapi gak sekarang, nanti aja kalau waktunya sudah pas." kata mas Zaki
" Siapa emang mas? Kok aku kenal sama orangnya. Setau ku, aku gak ada kenal sama orang orang di sini mas. Paling yang aku tau cuma keluarga aja itu pun yang memang dekat banget sama kita mas." kata ku sambil mengingat siapa siapa aja orang yang aku kenal
" Udah gak usah di pikirin. Nanti kalau waktunya sudah pas pasti mas kenalin dan mas kasih tau." kata mas Zaki