Setelah keluar dari kamar mandi, Jaja mengantar kembali Reza ke lorong di mana ada Yasmin tengah memilih buku. "Aamiih ...!" seru Reza memanggil ibunya. Kakinya bahkan ia ajak berlari menghampiri lorong buku tempat ibunya berdiri. Jaja masih mengikuti dari belakang. "Amih tadi abang liat sesuatu," ujar Reza dengan antusias. "Oh iya, lihat apa, Bang?" "Tit*t abang Jaja guede banget!" ***** Hening, tidak ada yang mengeluarkan suara dari kedua orang dewasa yang berdiri di dekat Reza ini. Bahkan seketika kepala Yasmin seakan berputar. Sedangkan Jaja dengan refleks memegang tengah celananya. "Segini, nih!" Reza mengangkat sebelah lengannya ditekuk. Mata Yasmin melotot, ia hanya mampu menelan salivanya. "Eh, kurang ... kurang ... segini." Reza mengangkat sebelah lagi lenganya, membawan

