Pukul sembilan pagi, semua orang sudah memenuhi kediaman Yasmin. Pak Miharja tampak tersenyum lebar, menyambut kedatangan iring-iringan keluarga besannya. Yah, akad nikah memang diadakan di rumah Yasmin. Sedangkan resepsinya diadakan di hotel bintang lima nanti malam. Jaja dengan memakai seragam kemeja putih dan celana bahan hitam, masih terduduk lemah di atas ranjangnya. Di sampingnya ada Bu Ambar yang sedang mengusap-ngusap punggungnya dengan sayang. Air mata Bu Ambar tertahan melihat kesedihan tercetak jelas di wajah anak lelakinya. "Kalau kamu tidak kuat, lebih baik kita pergi saja, Ja." "Jaja tidak apa-apa, Mah." jawab Jaja sambil tersenyum miris. "Jaja akan bantu-bantu dulu di depan ya, Ma?" "Kamu yakin ga papa?" tanya Bu Ambar semakin khawatir. Jaja mengangguk sambil mengusap

