"Apa memang benar yang aku rasakan? Jika perasaanku sekarang terbagi antara kamu dan dia?" ****** Saska berjalan tergesa-gesa menyusuri koridor sekolah yang sudah sepi. Maklum dikarenakan bel sudah berbunyi sejak lima menit yang lalu, untung saja satpam yang bertugas di sekolahnya itu tidak dapat melaksanakan tugas dikarenakan sakit. Oleh karena itu Saska masih bisa memasuki wilayah sekolahnya. Saska mengendap-endap saat hampir sampai di kelasnya, ia mengintip lewat jendela kelasnya. Dia menepuk dahinya pelan saat melihat pak Tirta guru yang mengajar pelajaran bahasa inggris itu sudah berada di ruang kelasnya. Mau bagaimana lagi "Nasi sudah menjadi bubur". Kalau tau pak Tirta sudah berada di kelasnya. Mungkin dia tidak akan berangkat ke sekolah hari ini. Saska pun mengetuk pintu ruang k

