BAB 16

1012 Words

"Shabila!" teriak Andra keras. Shabila membuka matanya, dia mencoba menyakinkan hatinya kalau itu adalah suara Andra. Dengan suara keras Andra memanggil Andra lagi. Tubuh gadis itu mengigil, dia tidak tahu apakah karena suhu yang mulai dingin atau karena ketakutab yang menghantui nya. "Shabil! Ini aku! Kamu dimana?" teriak Andra dengan suara lantang. Dengan tubuh gemetar Shabila keluar dari persembunyiannya. Dia terpaku di tempatnya menatap Andra. Andra menghembuskan napas lega. Shabila pun nampak lega juga melihat kehadiran Andra di dekat nya. Shabila menangis sekeras mungkin karena lega. Terlebih Andra mendekatinya dan langsung memeluk Shabila,menenangkan gadis itu. Dalam pelukan Andra, gadis itu menangis sejadi-jadinya. Antara lega yang tidak terasa di hati nya. "Tubuh ku

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD