Elena yang gugup melirik kakaknya. “Kak, aku ke tempat Bianca dulu ya,” di posisi ini Elena juga tidak tahu jika Bianca adalah adik dari Eczo, teman sang kakak yang dulu naksir dengan dirinya dan di tolak mentah-mentah. Marco Bie menganggukkan kepalannya, “Iya,” jawab Marco Bie. Dia dan Eczo pun akhirnya duduk di kursi tepat di luar ruangan. “Aku ingin tahu alasan kamu pergi tanpa pamit! Aku juga ingin tahu alasan kenapa tak bilang kalau sudah ada di Negara ini? Nickwa bilang kau masih di luar Negeri, bahkan aku tak tahu bagaimana cara menghubungimu. Padahal hubungan keluarga kita cukup baik, tapi kau bersembunyi dariku.” Eczo tersenyum manis. “Sekarang?” Marco Bie mengangkat tangannya, “Lalu kapan lagi? Nunggu kamu hilang tanpa jejak lagi? Aku di Shanghai dan kau di Singapura, kau adal

