Percayalah sakit hati tidak selalu karena orang lain. Tetapi lebih banyak dari pemikiranmu sendiri. Suara dering ponsel Dimas berbunyi tepat dipukul 02.00 pagi. Tubuh yang tanpa busana itu malas sekali bergerak hanya untuk melihat siapa yang menghubungi. Namun semakin dibiarkan olehnya bunyi ponsel itu semakin kencang. Bahkan setelah terhenti sejenak, dering itu kembali hadir. Seakan tidak akan lelah menghubungi Dimas sampai laki-laki itu mengangkatnya. Tangan seseorang di samping tubuh Dimas meraba-raba di mana letak ponsel tersebut. Kemudian dalam kegelapan terlihat jelas nama Elva di sana. "Elva telepon," gumam orang itu kepada Dimas. "Hmm. Biarin aja," "Penting kayaknya, angkat dulu." perintahnya cukup membuat Dimas sadar dari tidurnya. Dengan posisi tubuh miring, dia mengangkat

