Dhika mengajakku bertemu dengan kedua orangtuanya di Jakarta. Mobil sport milik Dhika sudah memasuki pekarangan rumah milik orangtua Dhika yang terlihat sangat mewah dengan desain klasik eropa unik modern. Aku sampai terpana menatap rumah Dhika dengan halaman yang luas dan di sudut rumah terdapat mobil yang berjejer rapi. Aku tidak menyangka kalau Dhika sangat kaya raya. "Ayo." lamunanku terganggu oleh suara Dhika. "A-aku takut, bagaimana kalau orangtua kamu tidak menerima aku?" cicitku. "Sayang, kamu bertanya itu sudah Ratusan kali, bahkan mungkin ribuan kali," kekeh Dhika berlebihan membuatku mencibir. "Lebay kamu. Aku serius Dhika. Aku takut, kamu tau kan aku ini hanya gadis sederhana dari keluarga yang sangat sederhana." Aku takut orangtuanya Dhika tidak menerimaku. "Ssstt... ka

