Pagi sekali Dhika sudah sampai di ruangannya, karena tadi ikut mobil Okta yang akan kembali ke Bandung. Saat ini ia tengah memperhatikan data mengenai pasien dan bayinya dari layar computernya. Dhika mengamati keduanya, karena operasi kali ini sangat sulit. “Permisi.” Ketukan di pintumembuat Dhika menengok dan Thalita terlihat berdiri di sana. “Selamat pagi Dokter Lita,” sapa Dhika dengan santai, Thalita terlihat sudah memakai jas Dokter miliknya dan tengah berjalan mendekati Dhika. “Saya datang hanya untuk mengantarkan kunci mobil. Terima kasih untuk sewaannya,” ujar Lita tersenyum puas. “Begitu yah, sama-sama Dokter Lita. Dan terima kasih untuk kencan yang semalam,” ujar Dhika berjalan mendekati Thalita. “Sepertinya anda sangat menyukai kencan semalam.” “Anda benar Dokter Lita, sa

