Arion kembali memasuki kamarnya yang telah temaram, hanya lampu tidur yang masih menyala. Arion mengambil selimut dari sebuah rak di sana, lalu naik ke atas sofa. Dia berbaring dan membentangkan selimut ke atas tubuhnya. Diliriknya sebentar Mentari di sana. “Selamat tidur, Sayang.” Kemudian Arion pun memejamkan matanya. Tidurnya begitu lelap dan bermimpi indah tentang sang istri. Dalam mimpinya Arion melihat Mentari yang sedang menggodanya lalu tertawa riang sekali. Kemudian istrinya itu terus berlari sambil memanggil-manggil namanya supaya ikut mengejar dan berlari bersamanya. Mentari terus memanggil nama Arion. Sedangkan Arion sendiri seperti kehilangan jejak, dia mengulurkan tangan dan menggapai-gapai, merasa mulai panik karena takut tidak bisa mengejar Mentari. “Arion! Arion ayo ba

