Kirana mendapatkan pesan dari Dewi saat sedang menemani Kala. Pesan tentang pertemuan yang digagas oleh Bayu agar masalah ini menjadi jelas dan selesai. Wana juga menyetujui hal itu. “Kal, aku pergi dulu, kamu bersama Andika, ya?” pamit Kirana sambil mengelus kepala Kala yang sedang duduk menghadap jendela, menatap mendung yang bergelayut di luar sana. Kala tak menjawab, dia hanya mengangguk. Kirana pasti sedang mengurus bisnis atau misi. Padahal tanpa Kala tahu, Kirana sudah menyetop semua misi yang datang. Kala sebenarnya sudah mencoba untuk bangkit, tapi hatinya masih terasa nyeri dan dadanya masih sesak begitu mengingat soal Sam. Walau air matanya tak lagi merebak, tapi dia masih belum siap menghadapi dunia luar dengan segala permasalahannya. Dia masih ingin menikmati dunia sunyi

