Entah jam berapa Kala pergi, Sam tak mendengarnya. Dia bangun dengan keadaan sunyi. Setelah duduk di tempat tidur dan mengumpulkan nyawanya, Sam masih bertanya pada dirinya sendiri,”Apakah ini jalan yang akan aku tempuh?” Sam bangkit dan menuju dapur, mengambil air minum dan menegaknya. Bersandar pada laci dapur, dia memandang seluruh ruangan itu. Ruangan asing yang mendadak seolah akan menjadi bagian dari hidupnya mulai kemarin. Sam mulai membereskan dan merapikan semuanya. Kala benar-benar laki-laki yang berantakan. Sam tak menyentuh meja kerja Karena takut dia akan melihat hal yang tidak seharusnya dia lihat. Andika berdiam di kafe bawah, setelah Kala pergi, Sam belum keluar. Dia harus mengawasi Sam, untuk kepentingan Kala dan juga untuk mengetahui lebih banyak tentang gadis itu. [D

