18 Jangan Ambil

1737 Words

“TAT.. TARAAA!!” Rumah kontrakan di depanku sama seperti deretan rumah kontrakan di sisi kanan-kirinya. Tidak ada yang spesial. Tidak ada yang tampak menonjol. Modelnya sederhana, sepasang jendela mengapit pintu dan sedikit teras yang bisa ditaruh dua kursi dan meja kecil. Bukannya kebanyakan begini kondisi kontrakan nempel tanpa pagar yang ada di Jakarta? Ya, sangat wajar. Tapi tidak dengan hatiku. Ada buncahan aneh yang rasanya mirip kembang api, meletus bergantian dan menggelitik perutku hingga membuat otot pipiku tertarik membentuk senyuman. Konyol sekali, bukan? Dan kepalaku terus-terusan mempertanyakan rasa yang bergejolak ini. “Masuk yuk, bu!” Suara ini. Aku tahu, suara ini yang menimbulkan semua kekonyolan dalam diriku. Ah, bukan suaranya melainkan pemilik suaranya. Pria muda

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD