“Mamanya baik ya, anaknya aktif tetap diperlakukan lembut. Papanya kelihatan masih kekanakan.” “Iya, aku juga merasa mamanya nggak cocok sama papanya. Padahal anak mereka lucu banget.” “Ninggalin anak sama papa emosional gitu bikin khawatir deh.” Sayup-sayup aku dengar percakapan para ibu yang menunggui anak-anaknya bermain di playground. Tanpa mencari tahu pun aku sudah sadar siapa sosok mama, papa, dan anak yang mereka bicarakan. Mau tak mau aku tersenyum geli. Penasaran akan responnya aku beranikan diri melirik dia yang berdiri di belakangku. Wajahnya kecut. Tampaknya dia baru sadar siapa yang dibicarakan ibu-ibu tadi. Apa dia tidak suka ide menjadi pasangan mama-papa denganku? Saat sendu menghinggapi, tangan mungil nan lembut mengusap pipiku. Senyuman dan tatapan polos Fatih memu

