14 Lintas Alam

1564 Words

Kadang aku bingung terhadap magnet yang dimiliki bocah lintas alam ini. Mudah baginya membawaku terjerumus perkataannya. Akalku bekerja, semua perkataannya berpotensi membuat hidupku runyam dalam sekejap. Lagi-lagi aku mengikuti kemana dia menarikku layaknya bocah yang diimingi permen. “Mami saya ajak belanja bulanan. Kalau ibu capek atau nggak kuat kasih saya kode. Jangan asal ucap depan mami. Dia lagi fase murka, semua bisa dianggap salah dan ujungnya kita dianggap berdosa karena bikin orangtua sakit hati,” kata bocah konyol. Aku menyimak dalam diam. Bekerja selama delapan tahun di perusahaan bukan berarti aku mengenal secara dekat sosok Bu Yulia. Hanya bertemu pada beberapa kesempatan dan yang paling akrab ketika dia 'menitipkan' anak bungsunya di bawah divisiku tiga tahun lalu. Kode

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD