CHAPTER 72

2061 Words

Mobil yang ditumpangi Gita baru saja tiba di depan pagar kediaman Mirza. Perempuan itu turun dari sana, membawa barangnya yang tidak seberapa banyak. Dan bergegas membuka langkah ke halaman. “Non, biar saya bawakan barang – barangnya,” ujar Pak Ahmad, tangannya terulur memegang tas yang berada di genggaman Gita. Gita tersenyum lebar, menampilkan deretan giginya yang putih dan tersusun rapi. “Tidak perlu, Pak. Gita bisa sendiri kok,” sahutnya. Kemudian mengajak Pak Ahmad untuk mampir terlebih dahulu untuk beristirahat sebelum kembali pulang ke Jakarta. Pak Ahmad mengangguk pelan. “Kalau begitu, saya masukkan mobil ke halaman dulu, Non,” balasnya kemudian kembali masuk ke dalam mobil. Tangan Gita terulur untuk memasukkan kunci pada handle pintu kemudian memutar kunci tersebut untuk membu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD