18 Gilang Singgih

1024 Words

Aku keluar dari kelas diikuti oleh Kinan. Berjalan sedikit terburu-buru karena hari sudah lumayan sore. Aku tidak ingin membuat Wenny menunggu lebih lama dan akhirnya mengomel. "Pak Gilang." Kinan memanggilku yang kini berada di belakangku, dia sepertinya kesusahan mengikuti irama jalanku. "Saya ingin menanyakan sesuatu," lanjutnya lagi. Aku memelankan tempo jalanku, melihat ke arah Kinan yang sekarang sudah menyenyajari langkahku. "Saya tidak bisa sekarang, Bu Kinan. Sudah sore," ucapku yang kemudian mengangguk sopan dan langsung berjalan menuju parkiran. "Tapi Pak ..." Aku tidak lagi mengindahkan Kinan dan lebih memilih berlari kecil menuju mobilku. Kasihan Wenny jika harus menungguku lama. Belum lagi belakangan ini hujan sering turun di sore hari. Ponselku berdering saat aku akan m

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD