Susno Wajah setengah bayanya setengah tegar menatap ke arah luar jendela kamarnya. Di luar sana, kembang setaman mewangi menusuki sebagian rumahnya. Namun ketegaran wajahnya tak sebanding dengan keteguhan hatinya. Adipati Abikusno menghisap cangklongnya dan menghembuskan asapnya ke udara. Tembakau dari Giri itu serasa berat di tenggorokannya, namun ia tetap menghisapnya karena ramuan purba itulah yang cukup menenangkan pikirannya. Beberapa hari yang lalu, sebuah rumah Joglo yang sangat megah telah berhasil dibangun. Entah, berapa banyak batu dan kayu yang telah ia habiskan. Belum lagi kepengan emas yang telah terhambur demi menyambut kedatangan sang prabu. Bangunan dengan dinding pembatas itulah yang akan mengagungkan sang prabu kelak. Rumah yang terdiri dari dua kamar utama, sebu

