Seorang pecinta terlahir dalam limpahan cahaya kasih sebab ia tak akan pernah meragu. Ia berdiri tangguh saat angin utara mengempas hebat. Ia menunduk bila bahasa cinta memanggil. Laksana mawar yang menanti sentuhan mentari, kian lama kerinduan pun mengubah wujud menjadi sang pejuang cinta. Tiada yang mampu menafsirkan cinta sebab cinta tumbuh di setiap jiwa yang merdeka. Cinta tak pernah memilih karena kitalah yang mempersilakan cinta mengetuk pintu hati. Cinta datang dan menyemai kebahagiaan laksana madu yang dituang di setiap cawan. Seorang pecinta hanya akan merasa terpuaskan saat meneguk kerinduan yang dituang dalam cawan bunga. Dan setelahnya, sang pecinta pun membagi kebahagiaannya pada yang lain. Janganlah meragu sebab tak satu pun insan di dunia ini mampu menghapus cinta

