DUA PULUH ENAM

1355 Words

Rose berjalan menyusuri koridor istana. Sesekali ia melirik sekitar. Ia tak ingin berjumpa dengan Sacha … tidak dalam keadaan Sacha yang seolah akan kehilangan kendali diri. Sacha yang selama ini dikenal Rose ialah pangeran berambut perak dengan senyum menawan. Ia tak mengenal Sacha yang sekarang; gelap, muram, dan mengancam. Apa pun yang mengubah perangai Sacha, Rose berharap segera menemukan penyebabnya. Mungkin ia bisa mengembalikan kondisi Sacha seperti sedia kala. Rose rindu berbincang dengan Sacha. Tentu, Rose hanya menganggap Sacha sebatas teman. Pasti ada suatu cara! Berbelok, Rose melihat deretan jendela mosaik. Cahaya matahari menembus kaca hingga menyebarkan aneka warna di atas permukaan karpet. Sayang, hal tersebut tak cukup indah hingga mampu menghentikan langkah Rose. Te

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD