Bab, 42. Mengejar bayangmu.

940 Words

Jantungnya seakan berdebar lebih kencang, nafasnya terasa begitu sesak. Itulah yang dirasakan oleh Aji. Matanya menatap ke arah Cecep, seakan mencari kepastian dari setiap kata yang ia ucapkan. "Jangan bercanda!" tekan Aji dengan suara tidak percaya, tapi bibirnya bergetar seakan takut dengan segala hal yang ia dengar itu benar. Cecep menghela nafas panjang. Ia ingin berbohong, tapi rasanya tidak bisa. Karena apa yang ia katakan memang benar, dan itu bukanlah suatu kebohongan. "Andai yang aku katakan ini suatu kebohongan, maka aku jauh lebih senang. Mas Aji, Anjani adalah temanku, dan ia adalah teman terbaikku." terang Cecep. Jantung Aji seakan hendak lepas dari tempatnya, ia memejamkan matanya sejenak untuk melupakan semuanya beberapa saat, tapi – ternyata tidak bisa. Rasa ketakuta

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD