Bab, 31. Aku tahu, tapi aku ikuti, ++

1013 Words

"Anjani, apa kamu tidak tahu apa yang ada dalam pikiran pria itu?! Kenapa kamu berani bicara begitu? Kamu mengorbankan dirimu sendiri demi pria?!" tanya Ayu dengan wajah yang terlihat sangat tegang. Anjani menatapnya datar, dan memang tatapan itu kerap kali Anjani perlihatkan pada siapapun. Tatapan matanya yang terlihat hampa, dan dingin yang seakan tak tersentuh setiap kelembutan yang ia terima, seakan Anjani benar-benar mati dalam sebuah keputus asaan yang membuatnya sulit untuk menjadi pribadinya yang dulu ceria dan penuh tawa. "Aku hanya ingin dia kalah dalam hatinya. Kalau aku tidak bisa mendapatkannya, maka aku harus meninggalkan luka yang dalam juga, 'kan?" tanya Anjani pada saat itu. Temannya itu akhirnya diam seribu bahasa, ia tak bisa lagi berkata-kata untuk saat ini. "Anja

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD