Malam hari itu, merupakan suatu malam yang terasa menyakitkan, tapi – Anjani sedikit lega karena ia mendapatkan mangsa dan tidak perlu khawatir apapun sekarang. Uangnya sudah bertambah, dan tumbal baru saja ia berikan. Ia bisa bernafas lega soal itu, namun tidak dengan masalah hati. Hatinya sedikit hancur, meski tidak benar-benar hancur lebur. Malam itu ia sampai terjaga, dan tak bisa terlelap meski satu menit saja. Alhasil, ia memutuskan untuk mengambil sebuah buku dan mulai mengintai kata demi kata untuk mencurahkan segala keluh kesalnya, dan semua perasaannya melalui sebuah kata mutiara yang bahkan tak memperjelas kan apa sebenarnya yang terjadi pada dirinya pada saat itu. *** Pagi pun tiba... Aji mulai bangkit dari ranjang, dan satu malaman ia tak bisa tidur. Kantung matanya

