Cecep menelan ludah saat menatap ekspresi wajah Anjani yang tampak begitu dingin, sedangkan Aji – ia tampak biasa saja. Karena bagi Aji, apa yang di katakan Cecep memang sedikit keterlaluan. "Kalau begitu, kamu pulang saja..., aku akan membawa Mas Aji ke rumah." Tanpa menunggu persetujuan, Anjani menarik tangan Aji dan membawanya melangkah pergi. Aji sungguh tak berdaya, dan ia tampak terjerat oleh sebuah pesona yang sulit ia tepis. Setiap kata-kata dari Anjani seakan menjadi sebuah hipnotis yang membuatnya menuruti semuanya tanpa berpikir lebih panjang. Aji benar-benar seperti seseorang yang mulai kehilangan dirinya sendiri. Bahkan setiap saat, ia merasa Anjani adalah segalanya dalam hidupnya. Cecep yang melihat Aji dibawa oleh wanita cantik itu akhirnya tak bisa tinggal diam. Ia

