BAGIAN DUAPULUH

2625 Words

"Sekolah yang rajin ya sayang, kalau ada apa apa telfon Ayah aja, jangan nyusahin Bang Zo," Zia mengangguk menurut, setelah sang Ayah puas mencium keningnya, gantian ia yang mencium pipi ayahnya kemudian mencium tangan besar itu penuh hormat. "Zia masuk dulu ya Yah, Dadaaa Assalamualaikum," "Waalaikumsalam," Farel memperhatikan putri satu satunya yang mulai menjauh dari pandangan, kemarin putrinya itu pulang lebih awal diantar oleh Kenzo, dan ternyata memang Zia membolos sejak pagi. Dirinya tahu betul putrinya tidak akan membolos tanpa ada alasan yang membuatnya berani meninggalkan kelasnya, dan ternyata benar, putrinya diganggu oleh temannya. Itu yang diceritakan oleh Kenzo, meninggalkan perasaan cemas bagaimana jika putrinya kembali diganggu? Namun dengan penuh keyakinan Kenzo menga

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD