"Inget pesan Ayah sama Bunda ya, jangan ngerepotin Ayah Reza sama Bunda Rahma, jangan nyusahin Abang Zo juga, belajar mandiri ya sayang, nanti Ayah transfer sebulan sekali ya? Gak boleh boros." Zia menganggukkan kepalanya mengerti saat Ayahnya memberi nasihat sebelum benar benar pergi ke Bali, sekarang Ia, Ayahnya, Bundanya, termasuk Kenzo sudah berada di Bandara karena sebentar lagi pesawatnya akan take off. "Tante titip Zia ya Zo? Kalau Zia ngelakuin kesalahan, tolong nasihatin baik baik ya? Dia paling ngga bisa dikasarin," Kenzo tersenyum kecut namun tak urung mengangguk, nyatanya selama ini ia selalu mengasari Zia. Apa gadis itu tidak pernah mengadu pada Ayah Bundanya? Kenapa? "Om percaya sama kamu," Farel menepuk pundak Zo menunjukan betapa laki laki itu benar benar mempercayakan p

