Chapter 8

1728 Words

Sonya sedang merenggangkan leher serta punggungnya. Tiba-tiba di hadapannya terdapat kaleng soda yang memancarkan aura kesegaran. Ketika ia memegangnya, ternyata masih dingin. "Hadiah, karena memilih tinggal." Sonya mendengkus pelan. Ia menatap Sesil yang duduk di sebelahnya. Setelah rapat yang hampir berlangsung dua jam, dengan beberapa kali jeda, akhirnya Sonya mencapai kesepakatan untuk tetap berada dalam naungan SS Entertaiment. Sonya meneguk perlahan isi kaleng soda tersebut. Tubuhnya merasakan kesejukan sejenak dari minuman dingin itu. Namun ia yakin, perutnya akan kembali setelah ini. "Setelah ini ada makan bersama, Pak Redo ulang tahun," ujar Sesil berniat mengajak Sonya. "Aku ada pemotretan nanti sore," tolak Sonya tidak ingin kelelahan. Ia lalu mulai bangkit beranjak. "Sekal

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD