Bab, 12. Pria miskin!

1005 Words

Mata mereka kembali bertemu, dan sialnya Diandra seakan terpana. Pesona Victor makin lama kian meresahkan bagi Diandra. Jantungnya berdegub sangat kencang pada saat itu. Apa semua terjadi karena dia terlalu tampan? Atau karena dia terlalu berwibawa? Semua pertanyaan itu seakan berputar di kepala Diandra. "Kenapa, kak?" tanya Diandra. Ia berusaha untuk tetap terlihat begitu tenang. Meskipun, sebenarnya jantungnya seakan hampir melompat dari tempatnya. "Tidak apa-apa, hanya panggil saja." balas Victor. Diandra menghela nafas saat mendengar ucapan Victor. Ia akhirnya segera melepaskan Seat belt dan membuka pintu mobil. Tak lupa Diandra mengucapkan terimakasih pada sang sopir, dan ia kembali mengatakan terimakasih pada Victor. "Diandra, tunggu!" panggil Victor lagi. Diandra akhirnya kemb

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD