Diandra menghabiskan apa yang diberikan oleh sopir, setelah itu mobil mulai melaju dengan kecepatan sedang. Diandra hanya menatap lurus kedepan dengan tatapan kosong. Ia terus menatap ke depan, hatinya terasa hampa..., Menangis pun tak lagi dapat ia lakukan. Diandra hanya diam dan bahkan tidak tahu mau berbuat apa. Setelah menempuh perjalanan beberapa waktu, akhirnya mereka sampai juga ke hotel yang akan dilangsungkannya acara. Diandra menarik nafas dalam sebelum ia keluar dari dalam mobil. Baru mau membuka pintu mobil, pintu mobil tampak dibuka oleh seseorang... "Silahkan, Nona..." ujar sang sopir sembari membukakan pintu. "Ah, terimakasih – pak." Diandra tampak memegang kedua sisi roknya dan mengangkatnya perlahan. Ia keluar dari mobil mewah itu dan pada saat itu – beberapa tam

