Victor mendekat, dan tubuh Diandra tentu menegang karena hal tersebut. Air mata mulai mengalir begitu saja tanpa bisa ia bendung. Dan saat Victor melihat hal tersebut, ia terpaku sejenak. Setelah itu ia ikut bergabung di atas ranjang dan menarik tubuh Diandra lalu memeluknya. "Kenapa, Sayang? Apa kamu mimpi aneh? Kenapa kamu menangis?" tanya Victor. Diandra membuka matanya, bukannya tenang – air mata makin membanjiri wajahnya. Ia merasa, mungkin ada banyak kebohongan yang akan ia temukan, tapi – ia sudah mencintai Victor, lantas bagaimana nasib dari semua ini? Untuk berbicara pun ia tak sanggup lagi, ia yakin – bila ia menuntut jawaban, maka yang ia dapatkan hanya sebuah pengalihan. "Aku bermimpi, ada dua pilihan yang harus aku pilih salah satunya bila saja ada dusta di antara kita

