Bab, 74. Morning sickness

999 Words

Diandra terdiam beberapa saat, makin hari suaminya makin posesif. Sebenarnya ia merasa baik-baik saja bila tetap ada di rumah, karena ia juga bisa menjaga diri sendiri. Tapi, sikap berlebihan dari suaminya membuatnya tidak bisa menolak. Suaminya takut Diandra kenapa-napa bila ada di rumah seorang diri tanpa dirinya, dan akhirnya Diandra hanya bisa menghela nafas panjang. "Ya sudah, aku akan ke rumah mama besok, tapi – tidak mungkin aku di sana setiap hari, 'kan?" tanya Diandra pada suaminya. "Kenapa tidak mungkin? Apanya yang tidak mungkin? Mama akan senang kalau menantunya menemaninya di rumah, sekarang begini saja, Sayang. Besok aku akan menyuruh orang untuk membersihkan rumah kita, dan kita akan tinggal di sana." ujar Victor. Diandra mengernyitkan dahinya pada saat itu. "Tidak!"

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD