Devan mengepalkan kedua tangannya di saat melihat mereka berdua mulai mendekat. Ratih menyambut kedatangan Diandra dengan senyuman lembut. "Kamu kemana tadi, Sayang? Apa kamu sakit?" tanya Ratih dengan raut wajah yang cukup khawatir. Ia bahkan sampai menggenggam kedua tangan Diandra pada saat itu. Diandra tersenyum lembut sembari menatap dalam ke arah Ratih. Wanita itu benar-benar seperti orangtua yang sesungguhnya. Victor sendiri ikut menatap wajah dari seorang wanita yang ia yakini adalah ibu dari Devan, tapi–ia juga sedikit heran, mengapa wanita itu bahkan bersikap begitu lembut kepada Diandra. "Maaf, Tante..., Aku membuat keributan. Tadi aku sedikit mual, mungkin karena masuk angin." ujar diandra dengan lembut. Bambang menatap wajah Diandra sejenak, sebelum ia akhirnya menatap

