Bab, 52. Aneh.

1035 Words

Victor tampak menatap kedua orang itu dengan tatapan tajam. Mary yang melihat kemarahan dari seorang suami akhirnya tak bisa berbuat apa-apa. Kali ini bukan amarah dari seorang anak. Anaknya..., melainkan seorang suami – yang sangat menyayangi istrinya. Mary juga akhirnya membiarkan putranya bersuara. Victor pergi dari sana, dan rasa amarahnya sungguh tak bisa lagi ia bendung bila ia tetap ada di sana. Mary sebenarnya ingin sekali mencegah kepergian putra semata wayangnya itu, tapi – suaminya menahannya. "Mah, biarkan saja. Kamu tidak bisa ikut campur soal urusan ini." ujar Niko pada saat itu. "Aku tahu, tapi bukan itu yang ingin aku bicarakan dengan putra kita, pah. Papah tunggu di sini saja, aku tak akan ikut campur dengan segala hal yang papa katakan. Aku hanya ingin bicara dengan

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD