Susi menelan ludah saat langkahnya di hentikan oleh Victor. Mau tidak mau ia harus berbalik dan juga bersikap seperti biasa agar mereka tidak curiga. Dengan wajah yang dipaksakan terlihat normal, akhirnya Susi menatap ke arah Victor yang berada tepat di belakang tubuhnya. "Ada apa ya, pak?" tanya Susi. "Bukankah biasanya yang mengantar kopi adalah OB, kenapa sekarang jadi OG?" tanya Victor dengan mata menyelidik ke arah Susi. Susi terkejut saat mendengar ucapan Victor, berarti – pria itu sering datang ke kantor itu dan lebih tepatnya ke ruang CEO. "Ma–maaf, pak. Tadi teman saya dipanggil oleh senior, jadi saya yang menggantikan pekerjaannya." ujar Susi dengan suara terbata-bata. Suasana seketika terasa mencekam pada saat itu, Susi hanya takut penyamarannya terbongkar kalau ia t

