Diandra sungguh tak menyangka, ia akan mendapatkan suatu penghianatan besar dari orang terdekatnya. "Jangan-jangan, kamu hanya pura-pura sakit agar mereka kasihan padamu. Iya, 'kan?" tanya Diandra dengan wajah yang penuh curiga. Matanya menatap tajam ke arah Lumina. Lumina tampak hanya tersenyum miring pada saat itu. "Menurutmu bagaimana?" tanya Lumina sembari tersenyum miring. Gadis itu akhirnya pergi meninggalkan Diandra yang kini matanya terbelalak lebar saat kembali mendapatkan suatu hal mengejutkan yang begitu menyakitkan. Diandra terdiam, dan juga terpaku pada saat itu. Ia menatap kepergian Lumina, sampai gadis itu benar-benar hilang dari pandangan matanya. Dengan langkah kaki yang makin melemah, akhirnya ia benar-benar meninggalkan rumah. Tanpa tujuan yang jelas, ia melangkah

