22. Masalah

1191 Words

"Apa kamu beneran enggak perlu ketemu sama Papa kamu?" Sadam sudah mengemudikan mobilnya ke salah satu hotel terbesar di Jakarta. Tujuannya, bukan untuk menginap ataupun untuk makan malam, dia ke sana bersama dengan Anvicha karena harus melakukan survei pada gedung yang nantinya akan menjadi tempat pernikahan mereka. "Sebelumnya aku udah pernah datang ke sana buat ngabarin kalau aku mau nikah, tapi Papa bilang sendiri kalau dia enggak mau berurusan sama aku dan enggak mau datang. Apalagi, aku sempat dituduh hamil karena tiba-tiba menikah." Mendengar hal itu, Sadam menghela napas kasar. "Memang cara berpikir orang kita ini bener-bener pasaran banget. Cuma karena nikah cepet, disangka hamil di luar nikah. Nantinya kalau pas nikah tapi enggak punya anak, dibilangin yang macam-macam. Terus

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD